Efek Rehabilitasi Jantung Berbasis Olahraga
Setelah Pembedahan Pintas Arteri Koroner terhadap Indeks-Indeks Repolarisasi
Ventrikuler
Ali
Vasheghani-Farahani, MD;et al
TUJUAN: Indeks-indeks heterogenisitas repolarisasi
ventrikel dihubungkan dengan aritmia di masa depan dan kematian jantung
tiba-tiba. Kami meneliti efek rehabilitasi jantung (RJ) berbasis latihan fisik
terhadap indeks-indeks ini pada sampel pasien-pasien keturunan Iran.
METODE : Pasien-pasien
(n=122) yang telah menjalani operasi pintas arteri koroner (coronary artery bypass surgery – CABG)
diikutsertakan dalam penelitian kohort ini. Enam puluh pasien mengikuti 15 sesi
RJ atau lebih (kelompok RJ) dan 62 pasien sisanya menjalani 5 sesi RJ atau
kurang (kelompok kontrol). Elektrokardiogram standar 12 lead dicatat untuk
setiap pasien. Dispersi interval QT (QTd), variabilitas interval RR (RRV) , dan
QTd yang dikoreksi oleh frekuensi nadi (QTc-d) diukur tiga kali sebagai
berikut: sesaat setelah pembedahan, di awal sesi program RJ pertama, dan di
akhir sesi ke-15 untuk kelompok RJ atau sesi terakhir untuk kelompok kontrol.
HASIL: Setelah
menyelesaikan program latihan fisik, kelompok RJ menunjukkan penurunan QTd yang
signifikan (∆=-49.4%,
p<0.0001) dan QTc-d (∆=52.8%<
p<0.0001) namun tidak di kelompok kontrol (∆ 13.4% dan 17.9%, p=0.05 untuk keduanya). Pada kedua kelompok, tidak
terlihat perubahan RRV yang signifikan secara statistik. Setelah menyesuaikan
untuk variabel-variabel seperti usia, jenis kelamin, penggunaan digoksin,
penyekat-β, dan fraksi ejeksi pra-rehabilitasi, RJ tetap menjadi prediktor
independen untuk QTd dan QTc-d.
KESIMPULAN: Hasil-hasil
menunjukkan bahwa rehabilitasi jantung dan program-program latihan fisik memperbaiki indeks-indeks heterogenisitas repolarisasi ventrikuler
pada pasien-pasien dengan penyakit arteri koroner yang mendapatkan CABG secara signifikan